Tampilkan postingan dengan label Humor Jorok. Tampilkan semua postingan
CARA MEMBESARKAN PAYUDARA DAN PENIS SECARA ALAMI
Rabu, Maret 11, 2009
Setelah melihat begitu banyaknya PRIA dan WANITA yang tidak PERCAYA DIRI. Akhirnya saya memberanikan diri untuk membantu mereka dengan membocorkan sedikit rahasia. Tapi please email ini jangan lah anda sebarkan ke orang2 yang tidak anda kenalkecuali mereka benar benar sohib anda.
Sekitar 2 tahun lalu, tanpa sengaja saya menemukan sebuah buku yang sudah usang dan berdebu, ternyata buku itu buku kedokteran terbitan tahun 1919. Isinya mengenai ( sebenarnya gue malu ngomongnya eui)
Rahasia Menumbuhkan Percaya Diri dgn CARA MEMBESARKAN PAYUDARA DAN PENIS SECARA ALAMI.
Pada lembaran terakhir buku tsb, tertulis : uji coba yang dilakukan ke 200 orang sukarelawan yang bersedia Payudara or Penisnya diperbesar, ternyata semua BERHASIL!! TAK SATUPUN GAGAL!!!
Keberhasilan ini membatalkan sipenulis untuk menerbitkan buku tersebut, dan berpikir : "mending gue buka praktek aja, dapat duit" jadi pasien
seluruh dunia langsung ke tempat gue, duitnya gedeboo. (pantesan rahasia ini gak pada tau.. ya..
khan..)
Nah.. sohib2 ku yang tdk PD, syukurlah buku itu telah sampai ke tangan ku dan akan ku bocorkan sedikit rahasia ini... tapi please... sekali lagi..please.. jangan disebar luaskan yaaa..... khusus buat yang gak PD aje.. sekali lagi khusus yang gak PD aje, sebab kalo yang PD tau rahasia ini, yang gak PD tetap gak PD dong..
Nih. rahasianya...
Intinya dalam buku tersebut tertulis sebagai berikut :
Anda Kurang Percaya Diri???
Ingin BESARKAN PAYUDARA atau PENIS anda???
Tanpa Efek Samping!!!
Tanpa Bahan Kimia!!!
Telah Terbukti!!!
Jaminan 100% Berhasil!!!
Gunakanlah ........
KACA PEMBESAR ...!!!!!!
Hahaha.. tertipu juga akhirnya. makanya mau PD bukan dari sononya yang di ubah .. Tapi hati n kelakuannye.. Hehehehe. Yang seneng or sempat kesel baca email ini .. BACA SEKALI LAGI AJE. hehehehe..Biar nambah seneng or keselnya .. Hehehehe.....
Sumber : http://Yudhim.blogspot.com
Pengantin Baru
Selasa, November 18, 2008
Sepasang pengantin baru melewatkan malam pertama di rumah ibu mempelai wanitayang sudah lama menjanda. Yuyun, si pengantin wanita duduk di tepi ranjang saat
suaminya mulai membuaka baju. Yuyun menjerit demi melihat dada suaminya yang
berbulu lebat dan hitam itu. Dengan ketakutan dia berlari ke bawah dan menemui
ibunya.
"Tubuhnya seperti binatang Bu" tangisnya.
"Kalem saja" kata ibunya. "Naiklah keatas dan lakukan tugasmu layaknya isteri
yang baik"
Yuyun balik lagi kekamarnya yang ada diatas dan saat itu suaminya sedang
melepas celana panjangnya. Kakinya juga penuh dengan bulu. Yuyun lari lagi ke
bawah dengan menjerit. "Ibu, kakinya seperti monyet"
"gadis bodoh, pergil;ah ke kamarmu dan layani suamimu dengan baik" "jangan
memalukan ibu mu"
Yuyun pun balik lagi ke kamarnya. Saat itu di dapatinya suaminya telah tidur
telanjang menunggu istrinya yang masih gadis ingusan itu. Yuyun menjerit lagi
dan lari kebawah. "Ibu, miliknya besar sekali, Yuyun takut" tangis Yuyun.
"Goblok, sekarang kamu tetap disini. Ibu yang akan naik keatas untuk
mengatasinya. Awas, jangan naik sebelum ibu turun" kata ibunya dengan marah.
Tia, Pembantuku Yang Cantik
Minggu, Juli 27, 2008
Sebelumya memang aku bingung, aku ingin menceritakan kepada siapa, aku takut kalau diceritakan teman-temanku malah menjadi bumerang bagiku jadi terpaksa kusimpan terus pengalaman ini dan setelah aku menemukan website anda maka aku merasa aman untuk menceritakan segala pengalaman-pengalamanku. Sebelumnya aku mohon kritik dan saran dari teman-teman dan yang ingin berkenalan silakan menghubungiku melalui e-mail, kutunggu dengan senang hati.
Namaku Jemz, aku sudah berkeluarga dan mempunyai satu orang anak perempuan yang lucu dan manis. Sejak istriku melahirkan, dia tidak tinggal lagi serumah denganku, dia disuruh tinggal di rumah orang tuanya, dengan alasan agar bayinya lebih terawat. Karena orang tuanya menganggapku baru pertama kali mempunyai bayi sehingga kurang pengalaman, tapi sebenarnya bukan hanya itu, sebab anakku adalah cucu pertamanya jadi dia sangat sayang sekali. Tadinya aku pun disuruh pindah ke rumah orang tuanya tapi aku tidak mau karena aku paling risih kalau disuruh tinggal di rumah orang walaupun rumahnya besar tetapi lebih enak tinggal di rumah sendiri walaupun rumahnya agak kecil (type 70), mau ngapain juga terserah dan bebas. Oleh sebab itu maka sejak istriku melahirkan sampai anakku sekarang berumur 3 tahun, istriku masih sering tinggal di rumah orang tuanya, karena anakku juga sudah terbiasa tinggal di sana jadi kalau diajak pulang ke rumahku suka tidak betah dan minta pulang ke rumah neneknya, soalnya kalau di sana rumahnya selalu ramai ada kakak-kakak iparku yang juga sayang padanya dan selalu dimanjakan sedangkan kalau pulang ke rumahku tidak seramai di sana, di sini dia hanya punya 1 orang teman yaitu pembantuku yang kadang-kadang sibuk mengurusi segala keperluannya, sedangkan aku dan istriku kadang-kadang sibuk mengurusi pekerjaannya masing-masing.
Karena seringnya istriku jarang pulang sehingga aku lebih sering tinggal bersama pembantuku, segala keperluanku semuanya sudah diatur oleh pembantuku, mulai dari menyiapkan makan, menyiapkan pakaianku untuk ke kantor dan segala-galanya disiapkan olehnya. Hanya satu yang dia tidak bisa membantu yaitu tentang urusan seks. Memang untuk urusan yang satu itu jika aku lagi kepingin aku menyuruh istriku pulang dan aku melakukannya sampai sama-sama puas, tapi bagaimana kalau istriku tidak bisa pulang atau dia lagi kedatangan "tamu" bulanannya? Itulah yang menjadi kendala bagiku, lagi-lagi aku harus bermasturbasi (beronani) sendiri sambil menonton VCD porno atau membaca buku karangan Enny Errow, sambil mengelus-elus alat vitalku yang kian mengeras, tak terasa lama-lama aku jadi mengocoknya sampai akhirnya.. "Cret.. cret.." air maniku keluar. Malah pernah suatu kali aku lagi kepingin berat, ternyata istriku tidak bisa pulang, karena hari itu dia benar-benar capek sekali habis pulang kantor. Dan kalau begini urusannya pasti harus beronani ria lagi deh, maka cepat-cepat aku memutar VCD porno yang baru kupinjam dari temanku di kantor. Sambil menonton aku memainkan batang kemaluanku yang sudah menegang, tapi sampai tanganku pegal aku belum orgasme juga, maka aku pindah ke kamar tidurku dan melepaskan semua pakaian yang melekat di badanku hingga aku benar-benar polos alias bugil.
Aku tidak sadar kalau pintu kamarku tidak tertutup rapat tidak tahunya pembantuku itu rupanya dari tadi mengintipi aku. Memang biasanya kalau aku sedang onani atau aku sedang bermain bersama istriku, pembantuku kusuruh jangan masuk ke ruang keluarga. Rupanya dia jadi curiga, sedang apa aku di sana dan rupanya dia sering mengintipiku tanpa kusadari. (Oh ya, belum kukasih tahu ya, pembantuku itu orangnya memang agak cantik, pendidikannya SMP, badannya langsing, rambutnya sebahu, kulitnya putih bersih, (mirip seperti artis siapa ya..) tingginya sama seperti istriku, umurnya baru 19 tahun, kalau dilihat sekilas sepertinya dia tidak cocok deh jadi pembantu mungkin cocoknya jadi istri keduaku kali ya). Statusnya juga tidak jelas, janda bukan perawan juga bukan, karena dia pernah dikawinkan oleh orang tuanya, dengan lelaki yang sudah berumur sekitar 55 tahun dan baru kawin 5 hari dia kabur dari rumah suaminya, karena tidak tahan dengan perlakuan suaminya yang sering meminta yang tidak-tidak, dia bercerita kepada istriku. Istriku malah menanyakan lagi yang tidak-tidak bagaimana sih maksudnya.
"Itu loh Bu (Ibu adalah panggilan untuk istriku) aku disuruh nungging eh tahu-tahu pantat saya ditusuk sama kontol suami saya, wah.. sakitnya bukan kepalang Bu, malah sehabis digituin oleh suami saya jadi tidak bisa tahan lagi kalau saya sakit perut tau-tau langsung berak aja, habis lubangnya jadi gede kali dan tidak bisa balik lagi, padahal kan sudah ada tempatnya Bu, eh malah cari-cari lubang yang lain, ini aja juga lubang memek saya jadinya gatal terus maunya dipegangin aja, padahal kan saya juga sudah kasih tau ke suami saya masukinnya di lubang memek aja Mas, jangan di pantat soalnya sakit sekali Mas dan saya jadi tidak bisa nahan berak, tapi dia masih aja nusuknya di lubang pantat, coba aja Ibu bayangin selama 5 hari pantat saya ditusukin terus, dari pada digituin setiap hari mendingan saya kabur aja ke Jakarta."
Aku tahu itu karena aku sering "nguping" pembicaraan istriku dengan pembantuku yang cantik itu. Aku baru sadar kalau pembantuku itu "ngintipi" aku, ketika dia ngintip rupanya dia sambil masturbasi juga, baju roknya diangkat ke atas tanpa pakai CD, jari tangan kanannya dimasukkan ke dalam liang kemaluannya, matanya sambil merem-melek dan tanpa disengaja rupanya dia telah mendorong pintu kamarku yang memang tidak tertutup rapat, aku kaget setengah mati karena tahu-tahu dia sudah berdiri di depan kamar sambil masturbasi dan dia juga tidak kalah kagetnya karena ketahuan mengintipku, maka dia langsung bilang, "Maaf ya Pak tadi saya tidak sengaja menyentuh pintu kamar Bapak, saya lagi mau nyapuin lantai." Memang sih di sebelah dia ada sapu lantai, aku langsung saja jawab, "Itu tangan kanan kamu kenapa pegangin memek terus, emangnya takut hilang?" rupanya dia tidak sadar bahwa baju roknya masih terangkat ke atas dan tanpa CD sehingga dengan jelas aku dapat memandangi kemaluannya yang indah disertai bulu-bulu halus yang baru mulai tumbuh. "Eh.. anu.. Pak, tidak apa-apa," jawabnya, dan buru-buru ia menutupi dengan baju roknya dan aku pun dengan gerakan refleks menarik selimut untuk menutupi tubuhku yang masih telanjang. "Tia sini deh bisa tolong pijitin saya, badan saya pada sakit nih," kataku sambil pura-pura mengalihkan pembicaraan.
Sambil ragu-ragu akhirnya ia menghampiriku dan berdiri di dekat ranjang. "Ayo Tia pijitin dong! jangan diam saja," dan akhirnya dia pun mau memijiti badanku. Setelah beberapa lama dia pun bertanya kepadaku, "Pak, tadi Bapak lagi ngapain sih, kok sambil telanjang?"
"Ah.. tidak, saya lagi pakai obat biar tetap kuat," jawabku seenaknya.
"Memangnya kalau tidak pakai obat, tidak kuat ya Pak?"
"Sembarangan, emangnya kamu kamu coba," kataku lagi, "Laah kamu sendiri ngapain, lagi nyapu kok tangannya dimasuk-masukin ke memek?"
"Ah.. nggak Pak, ini memek saya dari pagi gatal terus maunya dipegang-pegang aja.."
Coba sini saya periksa, jangan-jangan kamu terkena penyakit lagi."
"Ah jangan Pak, saya malu, biar saya garuk sendiri aja, tapi ngomong-ngomong Bapak juga lagi ngapain, kok telanjang sendirian?"
"Ah, tidak, saya juga dari pagi lagi gatal nih."
"Ibu nggak datang ya Pak?""Tidak, Ibu kecapean kali. Habis di kantornya lagi banyak kerjaan."
"Pak, kalau saya garukin mau nggak Pak?"
"Ia sini garukin saya, tapi pelan-pelan ya."
"Tenang saja Pak kalau soal garuk-menggaruk saya sudah ahli Pak, soalnya saya pernah diajari oleh bekas suami saya."
Tanpa buang waktu lebih lama dia langsung mengusap-usap batang kemaluanku yang dari tadi sudah berdiri tegak, dan tanpa disuruh dia juga langsung menciumi batang kemaluanku serta menjilatinya persis seperti anak kecil dibelikan es krim.
"Eh Tia, (Setiawati nama pembantuku) kamu kok pintar banget sih, belajar dari mana?"
"Maaf ya Pak, saya sering ngintip Bapak waktu lagi nonton film porno, jadi saya sudah tau caranya, cuma saya masih ragu apakah Bapak mau berbuat begitu sama saya, soalnya saya kan cuma pembantu."
"Pembantu kan cuma jabatannya tapi kalau memeknya kan sama aja."
"Iya Pak tapi saya pernah dipesan oleh Ibu. Kamu jangan coba-coba ngerayu suami saya ya, nanti saya keluarin kamu, makanya Pak, Bapak jangan bilang-bilang sama Ibu ya, nanti kalau saya dikeluarin bagaimana, saya mau tinggal di mana Pak."
"Iya deh, saya juga tidak bakalan bilang sama Ibu. Pokoknya begini aja deh kalau ada Ibu kamu tidurnya di kamar kamu tapi kalau tidak ada Ibu kamu tidurnya di sini aja sama saya."
"Iya deh Pak, tapi saya tidak kuat tidur di kamar ini soalnya AC dingin sih Pak.
"Nantikan ada saya, kalau sudah dipelukin juga nggak dingin lagi."
Memang sih dari dulu juga aku sudah punya niat mau "gituin" dia kalau lagi tidak ada istriku daripada ngocok sendiri. Tapi aku masih ragu, jangan-jangan dia "ngaduin" macam-macam ke istriku, wah.. bisa gawat tuh. Tapi tidak tahunya malah kebalikan dia malah suka, kalau tahu dia suka, dari dulu saja, jadi tidak usah onani sendiri betul tidak teman-teman? Soalnya aku terus terang saja paling tidak suka sama cewek-cewek WTS, soalnya bukanya apa-apa, penyakitnya itu yang paling repot dan juga bayarannya yang mahal. Ya, paling tidak kalau kita mau yang bersih, bayarannya yang "gope" ke atas kalau yang "gope" ke bawah itu mah tidak bisa dijamin kebersihannya, malah pernah temanku main yang harga bookingannya Rp.350.000 katanya bersih tapi tidak tahunya tetap saja kena penyakit. Daripada buang-buang duit dan cari penyakit buat cuma "ngecret" doang mendingan ngocok sendiri. Memang sih waktu dulu aku masih kerja di PT.XX gajiku sangat berlimpah, aku cuma kasih ke istriku setengahnya dan sisanya kusimpan sendiri. Dia memang tidak tahu kalau gajiku dua kali lipatnya, belum tunjangan-tunjangan lainnya seperti uang makan, uang transport, uang perbaikan mobil, uang kopi dan lain-lain, pokoknya yang dia tahu gajiku cuma segitu, sudah mencangkup segala-galanya. Itu saja dia juga masih bisa menyimpan setengahnya dari gaji yang kuberikan setiap bulannya. Wah kalau dipikir-pikir waktu dulu aku benar-benar "happy" banget deh, hampir tiap minggu aku "main" dengan cewek dengan tarif yang high class. Kalau dihitung-hitung sudah berapa puluh juta uang yang dibuang percuma untuk "ngecret" doang.
Sambil terus melamun batang kemaluanku terus dihisap serta dijilati oleh Tia pembantuku. Tiba-tiba dia berkata, "Kok, ngelamun Pak, pasti keenakan ya.."
"Iya, habis kamu tidak dari dulu sih bilang kalau kamu juga suka ngeseks.."
"Iya Pak, saya juga nyesel tidak dari dulu bilang ke Bapak, habis saya takut sih.."
"Eh, Tia ngomong-ngomong waktu dulu, kalau kamu lagi kepingin bagaimana..?
"Ya.. saya main sendiri Pak, kadang-kadang kalau saya ke pasar saya beli ketimun Pak buat main sendiri.."
"Wah.. berarti ketimun yang kamu sering masak bekas kamu pakai ya..?"
"Tidak Pak, kan saya beli ketimunnya banyak Pak, lagian kalau habis dipakai untuk itu biasanya ketimunnya bonyok Pak.."
"Tapi pernah kan kamu kasih saya timun yang hancur? waktu itu kamu bilang timunnya hancur gara-gara tas plastik bawaan kamu putus hayyoo.."
"Iya deh Pak, saya minta maaf lagi, soalnya waktu itu saya kepengen berat Pak, jadi saya pakai dulu ketimunnya, sehabis saya main saya pergi lagi ke pasar untuk beli ketimun eh.. sudah kehabisan Pak, jadi saya pakai saja yang itu, soalnya Bapak kalau makan kan musti ada lalapannya. Tapi tidak usah kawatir Pak, timunnya sudah saya cuci bersih kok Pak.."
Namaku Jemz, aku sudah berkeluarga dan mempunyai satu orang anak perempuan yang lucu dan manis. Sejak istriku melahirkan, dia tidak tinggal lagi serumah denganku, dia disuruh tinggal di rumah orang tuanya, dengan alasan agar bayinya lebih terawat. Karena orang tuanya menganggapku baru pertama kali mempunyai bayi sehingga kurang pengalaman, tapi sebenarnya bukan hanya itu, sebab anakku adalah cucu pertamanya jadi dia sangat sayang sekali. Tadinya aku pun disuruh pindah ke rumah orang tuanya tapi aku tidak mau karena aku paling risih kalau disuruh tinggal di rumah orang walaupun rumahnya besar tetapi lebih enak tinggal di rumah sendiri walaupun rumahnya agak kecil (type 70), mau ngapain juga terserah dan bebas. Oleh sebab itu maka sejak istriku melahirkan sampai anakku sekarang berumur 3 tahun, istriku masih sering tinggal di rumah orang tuanya, karena anakku juga sudah terbiasa tinggal di sana jadi kalau diajak pulang ke rumahku suka tidak betah dan minta pulang ke rumah neneknya, soalnya kalau di sana rumahnya selalu ramai ada kakak-kakak iparku yang juga sayang padanya dan selalu dimanjakan sedangkan kalau pulang ke rumahku tidak seramai di sana, di sini dia hanya punya 1 orang teman yaitu pembantuku yang kadang-kadang sibuk mengurusi segala keperluannya, sedangkan aku dan istriku kadang-kadang sibuk mengurusi pekerjaannya masing-masing.
Karena seringnya istriku jarang pulang sehingga aku lebih sering tinggal bersama pembantuku, segala keperluanku semuanya sudah diatur oleh pembantuku, mulai dari menyiapkan makan, menyiapkan pakaianku untuk ke kantor dan segala-galanya disiapkan olehnya. Hanya satu yang dia tidak bisa membantu yaitu tentang urusan seks. Memang untuk urusan yang satu itu jika aku lagi kepingin aku menyuruh istriku pulang dan aku melakukannya sampai sama-sama puas, tapi bagaimana kalau istriku tidak bisa pulang atau dia lagi kedatangan "tamu" bulanannya? Itulah yang menjadi kendala bagiku, lagi-lagi aku harus bermasturbasi (beronani) sendiri sambil menonton VCD porno atau membaca buku karangan Enny Errow, sambil mengelus-elus alat vitalku yang kian mengeras, tak terasa lama-lama aku jadi mengocoknya sampai akhirnya.. "Cret.. cret.." air maniku keluar. Malah pernah suatu kali aku lagi kepingin berat, ternyata istriku tidak bisa pulang, karena hari itu dia benar-benar capek sekali habis pulang kantor. Dan kalau begini urusannya pasti harus beronani ria lagi deh, maka cepat-cepat aku memutar VCD porno yang baru kupinjam dari temanku di kantor. Sambil menonton aku memainkan batang kemaluanku yang sudah menegang, tapi sampai tanganku pegal aku belum orgasme juga, maka aku pindah ke kamar tidurku dan melepaskan semua pakaian yang melekat di badanku hingga aku benar-benar polos alias bugil.
Aku tidak sadar kalau pintu kamarku tidak tertutup rapat tidak tahunya pembantuku itu rupanya dari tadi mengintipi aku. Memang biasanya kalau aku sedang onani atau aku sedang bermain bersama istriku, pembantuku kusuruh jangan masuk ke ruang keluarga. Rupanya dia jadi curiga, sedang apa aku di sana dan rupanya dia sering mengintipiku tanpa kusadari. (Oh ya, belum kukasih tahu ya, pembantuku itu orangnya memang agak cantik, pendidikannya SMP, badannya langsing, rambutnya sebahu, kulitnya putih bersih, (mirip seperti artis siapa ya..) tingginya sama seperti istriku, umurnya baru 19 tahun, kalau dilihat sekilas sepertinya dia tidak cocok deh jadi pembantu mungkin cocoknya jadi istri keduaku kali ya). Statusnya juga tidak jelas, janda bukan perawan juga bukan, karena dia pernah dikawinkan oleh orang tuanya, dengan lelaki yang sudah berumur sekitar 55 tahun dan baru kawin 5 hari dia kabur dari rumah suaminya, karena tidak tahan dengan perlakuan suaminya yang sering meminta yang tidak-tidak, dia bercerita kepada istriku. Istriku malah menanyakan lagi yang tidak-tidak bagaimana sih maksudnya.
"Itu loh Bu (Ibu adalah panggilan untuk istriku) aku disuruh nungging eh tahu-tahu pantat saya ditusuk sama kontol suami saya, wah.. sakitnya bukan kepalang Bu, malah sehabis digituin oleh suami saya jadi tidak bisa tahan lagi kalau saya sakit perut tau-tau langsung berak aja, habis lubangnya jadi gede kali dan tidak bisa balik lagi, padahal kan sudah ada tempatnya Bu, eh malah cari-cari lubang yang lain, ini aja juga lubang memek saya jadinya gatal terus maunya dipegangin aja, padahal kan saya juga sudah kasih tau ke suami saya masukinnya di lubang memek aja Mas, jangan di pantat soalnya sakit sekali Mas dan saya jadi tidak bisa nahan berak, tapi dia masih aja nusuknya di lubang pantat, coba aja Ibu bayangin selama 5 hari pantat saya ditusukin terus, dari pada digituin setiap hari mendingan saya kabur aja ke Jakarta."
Aku tahu itu karena aku sering "nguping" pembicaraan istriku dengan pembantuku yang cantik itu. Aku baru sadar kalau pembantuku itu "ngintipi" aku, ketika dia ngintip rupanya dia sambil masturbasi juga, baju roknya diangkat ke atas tanpa pakai CD, jari tangan kanannya dimasukkan ke dalam liang kemaluannya, matanya sambil merem-melek dan tanpa disengaja rupanya dia telah mendorong pintu kamarku yang memang tidak tertutup rapat, aku kaget setengah mati karena tahu-tahu dia sudah berdiri di depan kamar sambil masturbasi dan dia juga tidak kalah kagetnya karena ketahuan mengintipku, maka dia langsung bilang, "Maaf ya Pak tadi saya tidak sengaja menyentuh pintu kamar Bapak, saya lagi mau nyapuin lantai." Memang sih di sebelah dia ada sapu lantai, aku langsung saja jawab, "Itu tangan kanan kamu kenapa pegangin memek terus, emangnya takut hilang?" rupanya dia tidak sadar bahwa baju roknya masih terangkat ke atas dan tanpa CD sehingga dengan jelas aku dapat memandangi kemaluannya yang indah disertai bulu-bulu halus yang baru mulai tumbuh. "Eh.. anu.. Pak, tidak apa-apa," jawabnya, dan buru-buru ia menutupi dengan baju roknya dan aku pun dengan gerakan refleks menarik selimut untuk menutupi tubuhku yang masih telanjang. "Tia sini deh bisa tolong pijitin saya, badan saya pada sakit nih," kataku sambil pura-pura mengalihkan pembicaraan.
Sambil ragu-ragu akhirnya ia menghampiriku dan berdiri di dekat ranjang. "Ayo Tia pijitin dong! jangan diam saja," dan akhirnya dia pun mau memijiti badanku. Setelah beberapa lama dia pun bertanya kepadaku, "Pak, tadi Bapak lagi ngapain sih, kok sambil telanjang?"
"Ah.. tidak, saya lagi pakai obat biar tetap kuat," jawabku seenaknya.
"Memangnya kalau tidak pakai obat, tidak kuat ya Pak?"
"Sembarangan, emangnya kamu kamu coba," kataku lagi, "Laah kamu sendiri ngapain, lagi nyapu kok tangannya dimasuk-masukin ke memek?"
"Ah.. nggak Pak, ini memek saya dari pagi gatal terus maunya dipegang-pegang aja.."
Coba sini saya periksa, jangan-jangan kamu terkena penyakit lagi."
"Ah jangan Pak, saya malu, biar saya garuk sendiri aja, tapi ngomong-ngomong Bapak juga lagi ngapain, kok telanjang sendirian?"
"Ah, tidak, saya juga dari pagi lagi gatal nih."
"Ibu nggak datang ya Pak?""Tidak, Ibu kecapean kali. Habis di kantornya lagi banyak kerjaan."
"Pak, kalau saya garukin mau nggak Pak?"
"Ia sini garukin saya, tapi pelan-pelan ya."
"Tenang saja Pak kalau soal garuk-menggaruk saya sudah ahli Pak, soalnya saya pernah diajari oleh bekas suami saya."
Tanpa buang waktu lebih lama dia langsung mengusap-usap batang kemaluanku yang dari tadi sudah berdiri tegak, dan tanpa disuruh dia juga langsung menciumi batang kemaluanku serta menjilatinya persis seperti anak kecil dibelikan es krim.
"Eh Tia, (Setiawati nama pembantuku) kamu kok pintar banget sih, belajar dari mana?"
"Maaf ya Pak, saya sering ngintip Bapak waktu lagi nonton film porno, jadi saya sudah tau caranya, cuma saya masih ragu apakah Bapak mau berbuat begitu sama saya, soalnya saya kan cuma pembantu."
"Pembantu kan cuma jabatannya tapi kalau memeknya kan sama aja."
"Iya Pak tapi saya pernah dipesan oleh Ibu. Kamu jangan coba-coba ngerayu suami saya ya, nanti saya keluarin kamu, makanya Pak, Bapak jangan bilang-bilang sama Ibu ya, nanti kalau saya dikeluarin bagaimana, saya mau tinggal di mana Pak."
"Iya deh, saya juga tidak bakalan bilang sama Ibu. Pokoknya begini aja deh kalau ada Ibu kamu tidurnya di kamar kamu tapi kalau tidak ada Ibu kamu tidurnya di sini aja sama saya."
"Iya deh Pak, tapi saya tidak kuat tidur di kamar ini soalnya AC dingin sih Pak.
"Nantikan ada saya, kalau sudah dipelukin juga nggak dingin lagi."
Memang sih dari dulu juga aku sudah punya niat mau "gituin" dia kalau lagi tidak ada istriku daripada ngocok sendiri. Tapi aku masih ragu, jangan-jangan dia "ngaduin" macam-macam ke istriku, wah.. bisa gawat tuh. Tapi tidak tahunya malah kebalikan dia malah suka, kalau tahu dia suka, dari dulu saja, jadi tidak usah onani sendiri betul tidak teman-teman? Soalnya aku terus terang saja paling tidak suka sama cewek-cewek WTS, soalnya bukanya apa-apa, penyakitnya itu yang paling repot dan juga bayarannya yang mahal. Ya, paling tidak kalau kita mau yang bersih, bayarannya yang "gope" ke atas kalau yang "gope" ke bawah itu mah tidak bisa dijamin kebersihannya, malah pernah temanku main yang harga bookingannya Rp.350.000 katanya bersih tapi tidak tahunya tetap saja kena penyakit. Daripada buang-buang duit dan cari penyakit buat cuma "ngecret" doang mendingan ngocok sendiri. Memang sih waktu dulu aku masih kerja di PT.XX gajiku sangat berlimpah, aku cuma kasih ke istriku setengahnya dan sisanya kusimpan sendiri. Dia memang tidak tahu kalau gajiku dua kali lipatnya, belum tunjangan-tunjangan lainnya seperti uang makan, uang transport, uang perbaikan mobil, uang kopi dan lain-lain, pokoknya yang dia tahu gajiku cuma segitu, sudah mencangkup segala-galanya. Itu saja dia juga masih bisa menyimpan setengahnya dari gaji yang kuberikan setiap bulannya. Wah kalau dipikir-pikir waktu dulu aku benar-benar "happy" banget deh, hampir tiap minggu aku "main" dengan cewek dengan tarif yang high class. Kalau dihitung-hitung sudah berapa puluh juta uang yang dibuang percuma untuk "ngecret" doang.
Sambil terus melamun batang kemaluanku terus dihisap serta dijilati oleh Tia pembantuku. Tiba-tiba dia berkata, "Kok, ngelamun Pak, pasti keenakan ya.."
"Iya, habis kamu tidak dari dulu sih bilang kalau kamu juga suka ngeseks.."
"Iya Pak, saya juga nyesel tidak dari dulu bilang ke Bapak, habis saya takut sih.."
"Eh, Tia ngomong-ngomong waktu dulu, kalau kamu lagi kepingin bagaimana..?
"Ya.. saya main sendiri Pak, kadang-kadang kalau saya ke pasar saya beli ketimun Pak buat main sendiri.."
"Wah.. berarti ketimun yang kamu sering masak bekas kamu pakai ya..?"
"Tidak Pak, kan saya beli ketimunnya banyak Pak, lagian kalau habis dipakai untuk itu biasanya ketimunnya bonyok Pak.."
"Tapi pernah kan kamu kasih saya timun yang hancur? waktu itu kamu bilang timunnya hancur gara-gara tas plastik bawaan kamu putus hayyoo.."
"Iya deh Pak, saya minta maaf lagi, soalnya waktu itu saya kepengen berat Pak, jadi saya pakai dulu ketimunnya, sehabis saya main saya pergi lagi ke pasar untuk beli ketimun eh.. sudah kehabisan Pak, jadi saya pakai saja yang itu, soalnya Bapak kalau makan kan musti ada lalapannya. Tapi tidak usah kawatir Pak, timunnya sudah saya cuci bersih kok Pak.."
Giliran Inem Pembantu Seksi Dong
Kamis, Juli 24, 2008
Nyonya Besar curiga sama si Inem pembantunya ada main sama si Tuan Besar. Karena setiap kali Tuan Besar bilang mau pergi bisnis ke luar kota, malamnya si Nyonya merasa ada seseorang di kamar si Inem. Suatu hari pada saat Tuan Besar bilang mau keluar kota, malamnya si Nyonya ngomong ke si Inem,“Nem, malam ini ibu mau tidur di kamar kamu, kamu boleh tidur di sofa.”
Si Inem merajuk, “Wah, kenapa bu? Nggak mau ah!”
“Jangan banyak tanya, nanti tak pecat!”
Si Inem terpaksa menurut.
Malamnya sewaktu si Nyonya sedang tidur di kamar pembantu yang gelap, pintu kamar tiba-tiba terbuka, seorang laki-laki masuk. Si Nyonya berpikir,
“Rasain lu, suami mata keranjang, dia enggak tahu si Inem nggak tidur di sini, gue mo tahu cara dia main gila ama Inem!!!”
Selanjutnya yang si Nyonya rasakan adalah kenikmatan yang luar biasa, sehingga saking nikmatnya si Nyonya enggak mau maklumatkan perang malam itu. Cuma si Nyonya merasa senang campur heran karena anunya si Tuan Besar malam itu serasa lebih kencang dan lebih besar dari biasanya.
Besok malamnya si Nyonya bilang sama si Inem dia mau tidur lagi di kamar pembantu, si Inem nggak bisa buat apa-apa. Malam itu si Nyonya merasakan lagi kenikmatan bak di surga dan dia merasa anunya suaminya kali ini tidak hanya lebih kencang dan besar tetapi juga panjang. Si Nyonya benar-benar puas.
Besoknya begitu lagi, tetapi kali ini si Nyonya benar-benar hampir kepayahanan karena anunya si Tuan Besar lebih perkasa dari 2 malam sebelumnya, benar-benar kencang, panjang dan besar. Si Nyonya benar-benar puas habis2an. Besok malamnya si Nyonya bilang mau tidur lagi di kamar si Inem, tetapi kali ini si Inem benar-benar ngebantah, dia bilang,
“Nyonya, maapin Inem, kali ini Inem benar-benar enggak terima!”
Si Nyonya marah, katanya, “Enak aja, elu main sama laki gue, harusnya gue yang enggak terima!”
Si Inem kaget, lalu ngejawab,
“Nyonya salah sangka, malam pertama waktu nyonya tidur di kamar Inem, yang masuk itu si Dedi, jongos Nyonya yang cakep itu, malam kedua itu giliran si Joko, tukang kebun Nyonya yang kekar dan kece itu, dan kemarin malem itu kan si Mustafa, supir tuan besar yang keturunan Arab yang keren dan macho itu. Nah malam ini Inem nggak mau digantiin lagi sama nyonya, lagian bisa gawat Nyonya, Bahaya, bisa kualat!!!…”
Si Nyonya hampir pingsan bertanya, “Emang malam ini giliran siapaaaa?”
“Giliran Steve, anak Nyonya!”
Menawar Payudara Perempuan Montok
Sabtu, Juli 19, 2008“Aku akan membayarmu Rp 50.000 dan biarkan aku meremas payudaramu,” katanya.
“Dasar tua bangka tidak tahu diri. Pergi sana,” kata perempuan tersebut.
“Bagaimana kalau seratus ribu?” kata si lelaki tua menawar.
“Tidak bisa. Kalau kamu tidak pergi dari sini akan saya panggil satpam,” kata perempuan itu mengancam.
“Setengah juta deh dan biarkan aku meremas payudaramu, sebentar saja. Nggak lama-lama kok,” kata si lelaki tua.
Perempuan itu masih menolaknya.
“Ya udah, bagaimana kalau satu juta?” lelaki tua tersebut bersikukuh.
Pada tawaran ini si perempuan mulai ragu-ragu.
Setelah ia melihat sekeliling dan ternyata tidak ada orang lain di situ, iapun setuju. Ia membuka blus dan BH-nya kemudian membiarkan lelaki tua tersebut meremas-remas payudaranya.
“Ya Tuhan… Oh my God… ya Tuhan… Oh my God,” gumam lelaki tua tersebut ketika meremas payudaranya.
“Kenapa sih Bapak terus-terusan mengatakan Oh my God…ya Tuhan?” tanya si perempuan.”
Masih sambil terus meremas payudara tersebut, si lelaki tua bergumam lebih keras, “Oh my God…Ya Tuhan darimana saya akan mendapatkan duit satu juta….??“

